[REVIEW] FILM MISS PEREGRINE'S HOME FOR PECULIAR CHILDREN

[REVIEW] FILM MISS PEREGRINE'S HOME FOR PECULIAR CHILDREN

review film miss peregrine's
Miss Peregrine's home for peculiar children (sumber: IMDB)

Film ini sebenernya bisa dibilang udah cukup lama ya karena tayang pertamanya itu di tahun 2016. Film ber-genre fantasi ini diadaptasi dari buku dengan judul sama yang ditulis oleh Ransom Riggs. Film ini dibintangi oleh Eva Green, Asa Butterfield, Samuel L. Jackson dan masih banyak aktor lainnya.

Film ini menceritakan tentang Jake yang dianggap mengalami gangguan mental sejak ia menemuka kakeknya meninggal di rumah kakeknya. Atas saran dari dokter yang menangani Jake, ia harus mencari kebenaran dibalik kisah-kisah yang ia impikan itu. Saat kecil sang Kakek selalu menceritakan mengenai rumah untuk anak-anak “aneh” yang dulu menemani masa kecil Kakeknya. Kini Jake berpetualang untuk mencari dimanakah rumah itu berada.

SPOILER ALERT!!

Kisah Masa Kecil

Sejak kecil, Jake sudah diceritakan oleh kakeknya, Abe, mengenai suatu rumah yang diisi oleh anak-anak spesial dan Abe tumbuh besar bersama mereka.  Tak hanya menceritakannya tapi Abe juga menunjukkan foto anak-anak spesial ini kepada Jake. Semakin Jake tumbuh besar, Jake semakin sulit untuk percaya denga napa yang diceritakan oleh sang Kakek, apalagi kedua orang tua Jake juga menganggap bahwa cerita itu hanya karangan belaka dan bukan kenyataan dialami oleh sang Kakek. Tanpa sadar hubungan keduanya agak menjauh.

Tiba-tiba Jake yang sudah tumbuh dewasa, mendapat telpon untuk menghubungi sang Kakek. Namun saat Jake tiba di rumah sang Kakek, ia menemukan bahwa rumah Kakeknya telah berantakan seperti habis diserang oleh hewan buas namun Kakeknya tak ditemukan dimana pun. Ketika mencari disekitar rumah Kakeknya, ia menemukan Kakeknya telah dibunuh dan kedua matanya menghilang.

BACA JUGA: [REVIEW] FILM-DRAMA KOREA SF8 : 8 KISAH FANTASI MASA DEPAN

Anak-anak Spesial

Sejak kejadian dengan Kakeknya, Jake sering bermimpi buruk tentang monster yang ia lihat telah membunuh Kakeknya. Namun kedua orang tuanya berpikir bahwa Jake mengalami gangguan mental dan ia rutin konsultasi dengan psikiater. Hingga suatu hari Jake teringat tentang cerita Kakeknya semasa kecil tentang anak-anak spesial ini dan monster yang menganggu mereka. Jake pun memutuskan untuk mencari rumah dari cerita sang Kakek ini.

Ditemani sang Ayah, Jake pun mencari rumah ini. Namun, saat ia menemukan rumah itu ternyata rumahnya telah hancur lebur akibat perang dan seluruh anak-anak beserta pengasuhnya telah tiada. Masih belum bisa menerima kenyataan yang ada, Jake kembali ke rumah itu dan mencari petunjuk kemana para penghuninya berada. Hingga tiba-tiba ia “ditemukan” oleh mereka, anak-anak spesial!

Anak-anak spesial ini masih sama seperti di cerita yang familiar oleh Jake saat kecil. Ada yang memiliki kekuatan luar biasa, mampu tak terlihat, mampu mengendalikan udara, mengendalikan tanaman dan masih ada anak-anak spesial lainnya. Berkumpul menyambut Jake.

3 September 1943

Tanggal yang sama yang diucapkan oleh Abe untuk Jake disaat-saat terakhirnya. Tanggal inilah yang dialami oleh anak-anak “peculiar” ini. Alma Peregrins, yang mengelola tempat ini memiliki kemampuan untuk memanipulasi waktu sehingga tepat sebelum bom itu jatuh ke rumah mereka, ia akan memutar waktu dan menjalani lagi hari yang sama selama 24 jam. Dan hal ini sudah mereka lakukan bertahun-tahun untuk tetap hidup.

Para anak-anak spesial atau “peculiar” ini disebut sebagai Ymbryne. Mereka adalah manusia yang memiliki gen unik di dalam tubuhnya sehingga mereka menjadi berbeda dengan yang lain. Oleh karena itu mereka sering dikucilkan oleh banyak orang.

Hollow

Selain sering dikucilkan oleh orang-orang mereka harus bisa melindungi diri mereka dari Hollow. Hollow adalah monster tak terlihat yang akan datang untuk memakan mata anak-anak Ymbryne ini. Sebenarnya Hollow adalah para Ymbryne namun mereka memiliki ketamakan untuk bisa hidup dengan tenang selama-lamanya dan melakukan berbagai macam percobaan. Namun percobaan yang mereka lakukan tidak berjalan lancar dan malah membuat mereka menjadi monster tak terlihat dan dengan memakan mata anak-anak Ymbryne mereka bisa normal kembali.

Karena tak terlihat, maka para Ymbryne mudah menjadi korban para Hollow. Tapi, ada juga Ymbryne yang memiliki kemampuan untuk melihat para Hollow ini dan Jake adalah salah satunya yang dulunya juga menjadi kemampuan yang dimiliki sang Kakek, Abe. Jake menggunakan kemampuan ini untu menyelematkan para penghuni rumah itu agar tidak menjadi santapan si Hollow.

REVIEW

Awalnya aku ragu apakah aku akan membaca bukunya atau menonton filmnya. Tapi, akhirnya aku memilih untuk menonton filmnya saja karena aku takut tidak mampu membayangkan dunianya karena kan anak-anaknya ajaib. Jadinya, aku tidak punya ekspektasi apapun ketika nonton film ini.

Kebanyakan baca fantasy, jujur bikin aku kangen banget nonton film fantasy. Tapi, aku belum menemukan film fantasy baru yang bagus yang bisa aku tonton. Film-film dengan tipe Narnia, Harry Potter, LOTR itu jadi film fantasy paling favorit sepanjang masaku. Dan memutuskan akhirnya menonton film ini pun karena berharap atas hal itu meskipun dunianya agak berbeda juga.

Cerita yang diangkat menurutku lumayan ya, mengisahkan para anak-anak spesial yang berjuang untuk hidup dan melawan monster. Karena tokoh utamanya banyak anak-anak jadi cara mereka menyelesaikan masalah pun ya dengan cara anak-anak dan ini fresh banget menurutku. Ceritanya menjadi tidak berat dan bisa dinikmati dengan mudah.

Alur yang dibawakan juga tidak terlalu lambat ataupun cepat tapi aspek-aspek apa yang ingin diberitahu ke penonton tetap dapat jadi selama menonton filmnya saja aku paham dan tidak menimbulkan pertanyaan-pertanyaan tak terjawab.

Setiap anak-anak spesial ini juga bisa terlihat kemampuannya saat mereka melawan para monster, setiap anak bisa menonjolkan kemampuannya, meski tetap ada tokoh utama tapi dengan kita bisa melihat dengan lebih lagi kemampuan anak-anak spesial ini jadi semakin terikat juga kita sebagai penonton dengan tokoh-tokohnya.

Film-film seperti ini biasanya akan sangat tertebak endingnya akan seperti apa. Tapi, aku malah lebih penasaran dengan “pertempuran kecil” mereka makanya tidak terlalu memperdulikan ending yang mudah ditebak ini.

Cinematografinya adalah jenis kesukaanku banget. Meskipun dunianya bukan fantasy banget layaknya Narnia dan teman-teman karena emang masih diseputar kehidupan manusia sesungguhnya tapi tetep bisa kerasa banget ada unsur fantasynya.

Mungkin buat yang kangen untuk nonton fantasy meskipun bukan jenis yang “high fantasy” tetep bisa banget buat ikutin film ini. Dari segi tokoh dan ceritanya juga bagus dan film ini termasuk film yang ringan jadi tidak akan pusing dengan apa yang dipaparkan selama menonton. Kalau aku pribadi memberi film ini rating 3,5/5 bintang!

Nah, temen-temen sendiri sudah nonton film ini belum? Gimana kesannya? Atau ada yang tertarik untuk nonton?

BACA JUGA: [REVIEW] FILM JUMANJI - THE NEXT LEVEL


Download the movie below

Previous Post
Next Post

post written by:

0 Comments: